BAB yang Lancar Setara Kepuasan Hubungan Badan Saat Klimaks? Ini Faktanya!

Beberapa mitos berkembang seputar buang air besar (BAB). Berikut 4 mitos dan fakta tentang BAB yang belum pernah kamu ketahui sebelumnya.

vauzee.com – Beberapa ahli membenarkan bahwa BAB terkait kuat dengan kondisi kesehatan tubuh seseorang. Misalnya kesulitan BAB dalam beberapa waktu ternyata bisa menyebabkan wasir, namun belum tentu BAB yang tidak teratur karena adanya gangguan pada usus.
Kepuasan BAB
Artikel ini akan merangkum fakta dan mitos seputar BAB yang mungkin baru pertama kali kamu ketahui. Berikut 4 penjelasan seputar BAB yang dikutip dari laman DetikHealth.

1. Nikmatnya seperti kepuasan hubungan badan saat mencapai klimaks

BAB yang lancar dirasakan oleh sebagian orang seperti mencapai klimaks saat berhubungan badan. Hal ini dibenarkan oleh para ilmuwan dari Princeton University di New Jersey. Menariknya, kepuasan itu ternyata bisa menyebabkan ketagihan.

a d v e r t i s e m e n t s

Dalam bukunya Dr Anish Sheth menyebutkan kepuasan itu karena besarnya massa kotoran yang keluar yang membuat gerakannya juga semakin besar dan kuat.

2. BAB tak teratur

Jarang BAB dan frekuensinya yang tidak teratur mengakibatkan keresahan pada sebagian orang. Bahkan ada yang langsung cemas dan takut hal itu karena adanya penyakit pencernaan dalam tubuhnya seperti infeksi usus hingga kanker usus besar.

Namun dr Indra Wijaya, SpPD, MKes dari Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Pelita Harapan menyebut, belum tentu BAB yang tidak teratur adalah adanya gangguan di dalam usus. Lebih mungkin terjadi karena refleks lambung usus terlalu sensitif.

Jika ada kelainan secara konsisten pada tekstur kotoran termasuk jika disertai darah, maka kemungkinan adanya penyakit usus.

3. Jadwal BAB Berubah Menunjukkan ada Gejala Kanker

Perubahan jadwal BAB dan juga disertai darah merupakan salah satu gejala adanya kanker usus besar, demikian di sampaikan oleh dr Hardianto, SpPD dari Digestive Clinic RS Siloam Kebon Jeruk.

Selain itu ada gejala lainnya,  seperti lemas, berat badan berkurang drastis hingga konstipasi atau sembelit terus menerus juga merupakan faktor gejala kanker usus besar.

 

4. BAB Terkait Dengan Penurunan Berat Badan

Pengaruh BAB terhadap berat badan memang benar adanya, tetapi sangat tidak signifikan, demikian disampaikan oleh Mitzi Dulan, RD penulis ‘The Pinterest Diet’. Kotoran yang dibuang tubuh saat BAB tergantung dari berat badan seseorang dan frekuensi BAB.

Dulan lebih menekankan agar rutin BAB untuk mengurangi rasa kembung di perut yang juga menimbulkan sensasi berat badan yang turun.

Massa kotoran yang dikeluarkan manusia bervariasi antara 0,4-1,6 kg. Semkain jarang kamu ‘nongkrong’ maka makin besar massa kotoran yang akan dikeluarkan nantinya. Namun anggapan bahwa BAB bisa berpengaruh banyak pada berat badan, itu salah, karena pengaruhnya hanya sedikit saja. Demikian Dulan menambahkan. [via DetikHealth]

a d v e r t i s e m e n t s