Melewatkan Sarapan dan 7 Kebiasaan ini Bisa Menyebabkan Kerusakan Otak

Berhati-hatilah jika kamu sering melewatkan sarapan, kebiasaan tersebut ternyata bisa menyebabkan kerusakan otak

vauzee.com – Kerusakan otak di tandai dengan seringnya seseorang melakukan kesalahan dan menurunnya kecepatan berpikir serta minim kreatifitas, padahal orang tersebut sangat baik dalam hal-hal tersebut sebelumnya. Indikasi tersebut biasanya semakin memburuk tahun demi tahun hingga penurunan memori yang parah.

 Baca juga : Cara Menghilangkan Pusing dengan Langkah Mudah

Melewatkan Sarapan dan 7 Kebiasaan ini Bisa Menyebabkan Kerusakan Otak

a d v e r t i s e m e n t s

Untuk menghindari penurunan memori atau daya ingat dan hal-hal seperti disebutkan diatas, selain memperhatikan kesehatan, kamu juga harus menghindari stres atau tekanan yang menyebabkan konsentrasi menurun, karena dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan otak.

Selain itu kamu harus mulai memperhatikan kebiasaan sehari-hari yang bisa menyebabkan kerusakan otak tersebut. Kerusakan otak selain memperlemah kreatifitas lambat laun akan membuat penderitanya seperti orang bodoh yang sulit memahami segala sesuatu.

Berikut adalah 8 kebiasaan sehari-hari yang menyebabkan kerusakan otak dan secara bertahap :

1. Berpikir terlalu keras ketika sakit
Dokter seringkali menyarankan pasiennya untuk istirahat saat sakit. Membuatkan mereka surat ijin untuk tidak bekerja untuk beberapa hari. Hal ini karena saat sakit, misalnya demam, suhu tubuh yang sedang tinggi tidak diperkenankan untuk “memperkerjakan” otak juga. Hal itu bisa berakibat buruk pada jaringan dalam otak.

Jika kamu sakit, ikuti saran dokter untuk istirahat, tidur lebih banyak dan mengkonsumsi obat agar segera sembuh.

2. Melewatkan sarapan
Kebiasaan tidak sarapan sangat berbahaya dalam jangka panjang. Sarapan akan membantu memberikan asupan nutrisi ke otak, sebelum kamu gunakan untuk berpikir keras di sekolah atau di tempat kerja.

Melewatkan sarapan pagi juga menurunkan kadar gula dalam darah, sehingga bisa menyebabkan hilangnya nutrisi penting yang ada di otak. Jika kebiasaan melewatkan sarapan ini terus dilakukan, maka dalam jangka panjang otak akan mengalami kerusakan.

3. Terlalu banyak makan
Melewatkan sarapan tidak baik untuk otak dalam jangka panjang, tetapi terlalu banyak makan juga terbukti berbahaya juga untuk otak. Terlalu banyak makan akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam produksi insulin. Dalam jangka panjang dalam menyebabkan pengerasan arteri yang mengarah pada penurunan fungsi mental.

4. Dehidrasi
Jika kamu bersekolah atau berkantor di ruang ber-AC, pastikan untuk banyak minum air putih. Hal ini selain penting untuk tubuh, juga penting untuk otak. Saat tubuh kekurangan cairan, maka cairan yang terdapat di otak akan diambil oleh tubuh. Akibatnya volume otak akan menyusut.

Otak yang menyusut karena kekurangan cairan, akan membuat kesulitan untuk berpikir dengan baik.

5. Terlalu banyak gula
Terlalu banyak asupan gula dalam makanan atau minuman dalam membahayakan otak. Penelitian menunjukkan, terlalu tinggi tinggi gula darah secara konsisten dalam membahayakan memori dan  kemampuan analisis.

Lebih banyak meminum air putih lebih baik daripada asupan makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung gula, selain menghindari dehidrasi juga aman untuk otak.

6. Stres
Stres berbahaya untuk tubuh, tetapi otak lah yang mengalami kerugian terbesar saat seseorang mengalami tekanan hebat. Hal ini karena stres akan membuat ginjal memproduksi hormon kortisol yang yang mampu membunuh sel-sel otak jika produksi hormon tersebut berlebih.

7. Kurang tidur
Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa waktu tidur yang cukup akan membantu otak lebih fresh. Sebaliknya, kurang tidur justru bisa menyebabkan memori pada otak menurun. Dalam jangka panjang, penurunan memori otak bisa menjadikan penderitanya menjadi pelupa.

Cukupkan waktu tidur kamu 8 jam sehari, jangan terlalu sering begadang apalagi untuk hal-hal yang tidak perlu dan mendesak.

8. Merokok
Merokok jauh lebih banyak kerusakan yang diakibatkan daripada kenikmatannya. Salah kerusakan yang ditimbulkan kebiasaan merokok adalah penipisan korteks dari waktu-waktu. Demikian temuan penelitian yang dilakukan oleh McGill University.

Korteks memiliki fungsi kognitif seperti memori serta bahasa. Penipisan korteks melemahkan daya ingat dalam dalam jangka panjang.  Dengan berhenti merokok, menurut penelitian tersebut, mampu mengembalikan ketebalan korteks otak.

Untuk itu, mulailah sejak saat ini untuk menghentikan kebiasaan merokok demi kesehatan tubuh dan otak kamu. [via MetroTVNews]

a d v e r t i s e m e n t s